29 April 2018

Awas Bahaya Minum Teh Setelah Makan!!


Awas Bahaya Minum Teh Setelah Makan!!
tiap kali makan di warung-warung atau di rumah makan biasa menu minuman yang paling standar adalah teh dan jeruk baik es maupun panas. tapi taukah kita efek yang kita dapat dengan minum teh setelah makan?
Berdasarkan riset dari Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang di dapat bahwa minum teh baek teh panas maupun es teh setelah makan terbukti bisa mengakibatkan anemia.

berbeda dengan kopi yang mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi hanya 39 %. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh minum segelas kopi setelah makan.  Minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap sebesar 64 %.
efek pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin dalam teh. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung kafein, polifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayuran, dan kacang-kacangan.

“Bila kita makan menu standar plus segelas teh, zat besi yang diserap hanya setengah dari yang semestinya”
Menurut Dr. Rachmad Soegih, ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, zat tanin itu sendiri memang menghambat produksi hemoglobin. Kalau memang mau menghindari teh dan mendapatkan banyak zat besi, sebaiknya teh digantikan air jeruk sebagai peneman makan.

“Makan nasi pecel dengan jeruk memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh”
Kenapa? Vitamin C ternyata memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh.
Apakah fakta ini membuat minum teh harus ”diharamkan” sama sekali? Jangan salah. Soalnya, teh mengandung zat lain yang berfungsi positif. Ada kiat minum teh yang tepat, agar minuman ini tidak menghambat produksi zat besi dalam sel darah:
* Teh akan berefek baik bagi tubuh bila dikonsumsi pada pagi dan sore, disertai karbohidrat dan protein, misalnya roti dan biskuit.
* Kiat lain, memberikan jeda minum teh setelah makan, misalnya dua jam setelah makan.
Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses penyerapan makanan.
Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapan pun, asal tidak setelah makan. So, tunggu apalagi, buat secangkir teh hangat sekarang dan nikmatin deh
semoga bermanfaat

9 Mitos Kesehatan Yang Menyesatkan


9 Mitos Kesehatan Yang Menyesatkan
 
Kita banyak mendengar informasi kesehatan yang beredar dari mulut ke mulut di masyarakat. Kita menganggapnya sebagai kebenaran karena hampir semua orang memercayainya. Padahal, sebagian adalah mitos yang tidak didukung kebenaran ilmiah. Berikut adalah sembilan di antaranya.

1. Membaca dalam gelap merusak mata Anda

Pernahkah Anda dinasihati agar tidak membaca dalam gelap karena dapat merusak mata? Membaca dalam kegelapan hanya akan melelahkan mata tetapi tidak merusak mata kita.

2. Jantung ada di sebelah kiri dada.

Hampir setiap orang bila ditanya di mana letak jantung maka akan memegangi dada sebelah kiri. Ini adalah pemahaman yang salah. Jantung terletak hampir di tengah-tengah dada kita, tersimpan aman di belakang rongga dada.

3. Stress dapat membuat rambut beruban dalam semalam.

Bukti memang menunjukkan bahwa stres dapat mempercepat rambut beruban. Seseorang yang mengalami ketegangan dan kesedihan dalam waktu lama dapat lebih cepat memiliki rambut beruban. Namun, prosesnya tidak dalam satu malam. Proses perubahan warna rambut menjadi abu-abu terjadi secara bertahap. Pola perubahan warna biasanya bersifat genetik, ada rambut yang tetap hitam ada juga yang berubah abu-abu.

4. Cara terbaik menjadi langsing adalah makan sesedikit mungkin.

Jika Anda makan sangat sedikit, berat badan Anda akan turun cepat, yang tampaknya sangat efektif. Tapi dalam jangka panjang hal itu buruk bagi kesehatan maupun berat badan Anda. Jika Anda makan terlalu sedikit, Anda akan kekurangan vitamin dan mineral sehingga lemah dan lelah. Tubuh Anda akan kekurangan energi yang diperlukan dan akan mencari sumber energi alternatif dengan membakar lemak otot. Metabolisme tubuh juga melambat, karena massa otot berkurang membuat pembakaran lebih lambat. Tubuh Anda menjadi sangat efisien. Bila Anda kemudian putus diet dan makan lebih banyak (mayoritas orang melakukannya), maka kombinasi efisiensi dan asupan kalori berlebih akan membuat berat badan Anda cepat naik kembali. Seringkali berat Anda lebih dari sebelumnya. Ini sering disebut efek yoyo. Cara terbaik menjadi langsing adalah dengan program bertahap yang mengkombinasikan penurunan asupan kalori dan peningkatan pembakarannya.



5. Cara terbaik mengatasi cegukan adalah meminum air

Secara medis, tidak ada bukti efektivitas meminum air atau menahan nafas dalam mengatasi cegukan. Sebaliknya, menurut rekomendasi lama dari New England Journal of Medicine (1971), menelan sesendok butiran gula pasir justru lebih efektif. Menurut studi itu, taktik ini berhasil menghentikan cegukan pada 19 dari 20 pasien.

6. Kedinginan membuat Anda rentan terkena flu

Sebuah penelitian pernah dilakukan di Common Cold Research Unit, Salisbury, Inggris, di mana sekelompok relawan diinokulasi dengan virus selesma yang didekatkan ke hidung mereka. Setengah kelompok ditempatkan di ruangan yang hangat sedangkan sisanya mandi dan basah kuyup selama setengah jam, kemudian berpakaian tapi memakai kaus kaki basah selama beberapa jam lagi. Kelompok basah tidak terkena flu lebih banyak daripada kelompok kering. Kesimpulan: kedinginan tidak memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

7. Susu hangat membuat anak mudah tertidur

Susu mengandung sedikit tryptophan, sejenis asam amino yang berefek memudahkan tidur. Namun, Anda perlu bergalon-galon susu untuk merasakan efeknya. Bila Anda mendapati anak Anda jadi mudah tertidur setelah minum susu, sebenarnya rutinitasnyalah yang membantu anak menjadi tenang.

8. Kita hanya menggunakan 10 persen otak kita.

Sejumlah studi pencitraan otak telah menunjukkan bahwa tidak ada satu wilayah pun di otak yang benar-benar diam atau tidak aktif. Pencitraan otak secara rinci telah gagal mengidentifikasi 90 persen isi otak yang “tidak termanfaatkan”. Mitos bahwa otak kita baru sebagian kecil saja yang dimanfaatkan mungkin berasal dari para penjual yang mencoba menawarkan “inovasi baru” dalam meningkatkan kemampuan otak.

9. Mencukur membuat rambut tumbuh kembali lebih cepat dan kasar.

Waxing, mencukur atau mencabut rambut tidak akan mengubah tekstur atau kecepatan pertumbuhannya. Rambut yang baru tumbuh kembali memang tumpul, tapi lama-kelamaan akan tampak persis seperti rambut Anda sebelumnya.

[kesehatananda.com]

Ternyata Merokok di Pagi Hari, 2 Kali Lebih Berbahaya


Hampir sebagian besar orang tahu bahwa kebiasaan merokok bisa merusak kesehatan. Namun tahukah Anda, merokok di pagi hari ternyata dua kali lebih berbahaya?

Sebuah penelitian yang melibatkan 7000 perokok, dilakukan oleh para ilmuwan dari Penn State College of Medicine, Amerika. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang menghisap sebatang rokok, 30 menit setelah bangun tidur memiliki risiko terkena kanker paru-paru dua kali lebih besar.

Dari semua partisipan penelitian terdapat 4776 perokok yang sudah menderita kanker paru-paru, sedangkan perokok lainnya sehat. Dibandingkan dengan mereka yang merokok pada satu jam setelah bangun tidur, orang yang langsung merokok setelah bangun tidur memiliki kemungkinan sebesar 79% terkena kanker. Namun dilihat secara keseluruhan, berapa banyak rokok yang dihisapnya tidak memperngaruhi angka tersebut.

"Perokok pagi hari memiliki tingkat nikotin yang tinggi dan racun lain dari tembakau di tubuhnya. Mereka juga lebih kecanduan daripada perokok yang menahan diri untuk tidak merokok setengah jam atau lebih setelah bangun tidur," kata salah satu peneliti, Joshua Muscat, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

Pada penelitian lain yang mengikut sertakan 1.850 perokok, 1055 dari mereka menderita kanker kepala dan leher. Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang merokok dalam waktu 30 menit saat bangun berisiko 59% membuat penyakit kankernya lebih berbahaya dibandingkan dengan mereka yang menunggu satu jam.

Para peneliti mengatakan, temuan ini dapat membantu mengidentifikasi perokok yang berisiko sangat tinggi terhadap kanker paru-paru, otak, dan leher serta mendapat manfaat dari program penghentian merokok yang ditargetkan. Walau begitu, risiko menderita kanker tetap akan terus meningkat jika Anda masih terus melakukan kebiasaan merokok tanpa kenal waktu.

Sumber: detikSurabaya.com